Cuti Melahirkan

Cuti melahirkan dimaksudkan untuk persiapan persalinan dan memberikan istirahat dalam rangka memulihkan kesehatan setelah persalinan.

Pegawai wanita yang melaksanakan cuti melahirkan diberikan waktu paling lama 3 (tiga) bulan atau 90 (Sembilan puluh) hari kalender.

Selama melaksanakan Cuti Melahirkan, Pegawai berhak mendapatkan penghasilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk kelahiran anak keempat dan seterusnya, pegawai berhak mendapatkan cuti melahirkan, namun biaya untuk persalinan tidak ditanggung oleh Yayasan.

Prosedur untuk pelaksanaan Cuti melahirkan sebagai berikut :
a. Pegawai wanita yang akan melaksansakan Cuti Melahirkan wajib memberitahukan kepada atasan langsung dengan melampirkan surat keterangan dokter/bidan yang merawatnya.
b. Ijin cuti melahirkan bagi pegawai wanita di Lembaga, disetujui oleh Pimpinan Lembaga dan dilaporkan kepada Direktor of General Affair Yayasan.
c. Untuk Pegawai wanita di Lingkungan Kantor Yayasan, ijin cuti disetuji oleh Pimpinan Langsung dan dilaporkan kepada Unit Human Capital serta diketahui oleh Dirtector of General Affair Yayasan.